Slider Background

Tesaurus Bahasa Indonesia

Selasa, Maret 08, 2016

Tesaurus Bahasa Indonesia

Tesaurus Bahasa Indonesia

Kata tesaurus berasal dari kata thesauros, bahasa Yunani, yang berarti khazanah. Lambat laun, kata tersebut mengalami perkembangan makna, yakni 'buku yang dapat dijadikan sumber informasi'. Tesaurus berisi seperangkat kata yang bertalian (superordinat, hiponim, sinonim, antonim atau meronim). Pada dasarnya, tesaurus merupakan sarana mengalihkan gagasan ke dalam suatu kata atau sebaliknya. Oleh sebab itu, lazimnya tesaurus disusun berdasarkan gagasan atau tema. Tetapi, untuk memudahkan pengguna mencari kata, penyusunan tesaurus sudah semakin berkembang; sudah ada banyak tesaurus yang dikemas berdasarkan abjad. Bahkan, urutan sinonim, hiponim, antonim atau meronimnya disusun berdasarkan abjad.

Tesaurus berbeda dengan kamus. Di dalam kamus bisa dicari informasi mengenai makna kata, sedangkan di dalam tesaurus dicari kata yang akan digunakan untuk mengungkapkan gagasan pengguna. Dengan demikian, tesaurus dapat membantu penggunanya dalam mengungkapkan atau mengekspresikan gagasan sesuai dengan apa yang dimaksud. Misal, untuk pencarian kata akademi, pengguna hanya mengingat kata perguruan tinggi. Karena akademi merupakan sejenis perguruan tinggi, yang berarti bentuk hiponim dari perguruan tinggi, kata itu dapat dicari pada entri guru, perguruan tinggi.

Tesaurus sangat berguna bagi mereka yang berprofesi di bidang komunikasi, seperti wartawan, penulis, penerjemah, pembuat iklan (copywriter), redaktur, orator atau pengonsep naskah pidato. Selain itu, tesaurus juga bermanfaat dalam pengajaran bahasa sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengajar dan pelajar.

Penulis Tesaurus Pertama

Peter M. Roget, lahir 1779, adalah orang yang pertama kali menyusun Tesaurus. Tesaurus edisi pertamanya terbit pada 1852 di Britania Raya: Tesaurus of English Words and Phrases Classified and Arranged so as to Facilitate the Expression of Idea and Assist in Literary Composition.

Pada awalnya, Roget memilih karier sebagai dokter di bidang patologi paru-paru. Namun, pada 1840 Roget mengundurkan diri dari kariernya yang bertalian dengan bidang kesehatan dan bersungguh-sungguh mewujudkan karyanya yang dirintis sejak lama. Akhirnya, terwujudlah karya Roget: tesaurus. Pada edisi pertamanya, Roget membagi kelompok gagasan dalam enam kategori, yaitu hubungan abstrak (abstrak relations), zat (matter), akal budi (intellect), kemauan (volition), kata hati (affections) dan ruang (space). Pada edisi berikutnya, gagasan itu selalu direvisi.

Tesaurus kata dan ungkapan bahasa Inggris itu sangat dikenal dan ia terus dicetak ulang hingga cetakan ketiga puluh ketika Roget masih hidup. Setelah Roget tiada, anaknya, lalu cucunya, memberi beberapa versi mengenai revisi dan penambahan muatan isinya. Oleh karena itu, selain sebagai karya perintis, karya tersebut telah menunjukkan keberhasilan yang luar biasa.

Setelah tesaurus Roget, terbit Tesaurus Bloomsbury, Tesaurus Larousse (bahasa Prancis) dan tesaurus lainnya. Di samping itu, banyak pula terbitan yang dinamai tesaurus berdasarkan sinonim dan/atau antonim saja (bukan menurut gagasan), seperti terbitan Webster, Collins, Times Chambers, Oxford, Van Dale, Tesaurus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa dan Dewan Bahasa Malaysia.

Link Download Tesaurus Bahasa Indonesia (Pdf)
PREV
NEXT

Tidak ada komentar

Posting Komentar