Slider Background

Perjalanan Pulang Odysseus

Senin, Mei 16, 2016

Perjalanan Pulang Odysseus

Perjalanan Pulang Odysseus (Penerjemah Asep Rachmatullah)

Judul Buku : Perjalanan Pulang Odysseus
Penulis : Homer
Penerjemah : Asep Rachmatullah
Kategori : Fiksi (Klasik)
ISBN/EAN : 978-602-74720-0-6
Tahun Terbit : Cetakan I, 2016
Dimensi Buku : 14 x 21 cm
Tebal Halaman : viii + 284 Halaman
Harga : Rp.
Download Cuplikan Isi Buku

Sinopsis
AKHIRNYA pasukan Yunani berhasil menaklukkan Troy setelah sepuluh tahun lamanya. Tetapi sayangnya perjalanan pulang mereka tidak menyenangkan seperti yang mereka bayangkan. Para dewa marah karena tindakan brutal mereka menghancurkan kuil-kuil ketika mereka membumihanguskan Troy. Banyak prajurit yang akhirnya ditakdirkan mati dalam perjalanan pulang dan sebagian lagi tersesat; Odysseus tersesat selama sepuluh tahun lamanya, mengalami banyak penderitaan dan kehilangan semua anak buahnya.

Sepuluh tahun lamanya Odysseus tersesat. Pada saat ia terdampar di Pulau Ogygia dan ditawan Calypso, para dewa di Puncak Olympus mentakdirkan Odysseus kembali ke negerinya. Pada saat itu, Odysseus sudah kehilangan armada dan semua anak buahnya. Berbekal sebuah rakit, Odysseus meninggalkan Pulau Ogygia hingga akhirnya ia sampai di Scheria, sebuah negeri yang dipimpin Alcinoos, seorang raja bijaksana. Alcinoos menjamu Odysseus, juga memberinya banyak hadiah indah dan pada akhirnya mengantarkan Odysseus pulang.

Odysseus memulai kisah petualangannya dengan pertempuran melawan bangsa Ciconian; pertemuannya dengan bangsa pemakan sari bunga teratai; pertemuannya dengan Cyclop yang membantai sebagian sahabat-sahabatnya; kunjungannya ke negeri angin, dan Aiolos menyambut kedatangannya dengan ramah dan membantu perjalanan pulangnya; namun ternyata ia belum ditakdirkan pulang oleh para dewa–karena kapalnya kembali diterjang badai. Kisah petualangannya dilanjutkan dengan kunjungannya ke negeri raksasa, Laistrygonian Telepylos, bagaimana raksasa-raksasa biadab itu menghancurkan semua kapalnya dan membantai anak buahnya. Odysseus bercerita tentang Circe dan sihirnya, kemudian bagaimana ia berlayar ke Hades untuk meminta petunjuk kepada Teiresias; bagaimana ia bertemu kembali dengan arwah ibunya, sahabat-sahabat lamanya; lalu bagaimana ia harus melewati nyanyian merdu para Siren, melewati Tebing Bergerak (Moving Rock) dan lolos dari ancaman Syclla dan Charybdis, monster yang sangat mengerikan; bagaimana mereka tiba di pulau Thrinacia dan anak buahnya menyembelih ternak milik Helios karena kehabisan perbekalan, kemudian Zeus menghancurkan kapalnya dengan halilintar dan menenggelamkan anak buahnya; bagaimana ia terdampar di lautan luas, hingga akhirnya ia tiba di pulau Ogygia; bagaimana Calypso ingin menjadikannya dewa, namun Odysseus menolak dengan tegas; bagaimana setelah mengalami kesulitan dan penderitaan akhirnya ia tiba di Scheria, dan bangsa Phaiachian memperlakukannya dengan baik, memberinya banyak hadiah dan dengan senang hati mengantarkannya pulang ke Ithaca. Demikianlah Odysseus mengakhiri ceritanya.

Setibanya di Ithaca, penderitaan Odysseus ternyata belum berakhir, karena ia menghadapi 108 bangsawan yang berkerumun di istananya; mereka menganggap Odysseus sudah mati dan ingin melamar istrinya Penelopeia. Berkat bantuan Athena, Odysseus dan putranya berhasil mengalahkan mereka semua. Akhirnya Odysseus bertemu kembali dengan istrinya setelah terpisah selama dua puluh tahun lamanya.

Buku ini adalah Buku Kedua dari Trilogi Perang Troy. Pada Buku Pertama, Perang Troy, para pembaca sudah disuguhi kisah Perang Troy, khususnya di tahun akhir peperangan. Meskipun bangsa Yunani memiliki para pahlawan hebat, seperti Achilles, Nestor, Agamemnon, Nestor dan lain-lain, benteng Troy tetap berdiri kukuh selama sepuluh tahun peperangan. Pada Buku Ketiga, Akhir Perang Troy, para pembaca akan menemukan bagaimana kisah orang-orang Troy yang berhasil menyelamatkan diri saat kota mereka dihancurkan pasukan Yunani: ke mana mereka pergi dan siapa pemimpin mereka; apakah mereka mendirikan kembali benteng Troy atau mencari negeri baru di seberang lautan. Demikianlah Trilogi Perang Troy ini disuguhkan kepada para pembaca. Semoga Trilogi Perang Troy ini bisa menjadi pelengkap bertamasya ke zaman Yunani kuno. Selamat membaca!

Baca Juga
  1. Perang Troy (Buku Pertama Trilogi Perang Troy)
  2. Akhir Perang Troy (Buku Ketiga Trilogi Perang Troy)
  3. Mitologi Yunani
  4. Legenda Perang Troy
  5. Mengenal Homer (Si Pencerita Perang Troy)
PREV
NEXT

Tidak ada komentar

Posting Komentar